Makanan Yang Wajib Dikonsumsi Ibu Menyusui

ASI merupakan nutrisi penting bagi bayi, terutama untuk 6 bulan pertama. ASI mulai terbentuk saat kelahiran mendekati dan meningkat secara proporsional dengan menyusu bayi. Ada faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam proses luar biasa ini.

Apa yang harus diperhatikan ibu menyusui?

Karena kandungan ASI langsung berasal dari makanan yang dikonsumsi ibu, maka perhatian dan selektivitas yang ditunjukkan selama hamil juga harus ditunjukkan selama masa menyusui.

Diet padat selama fase menyusui sebaiknya tidak diterapkan selama periode ini, karena akan secara langsung mempengaruhi kandungan ASI dan secara signifikan akan menurunkan kualitas ASI.

Seperti diet ketat untuk menurunkan berat badan, salah satu praktik yang salah untuk menambah ASI adalah makan lebih banyak dari yang dibutuhkannya. Perlu diketahui bahwa gula dan karbohidrat sederhana semuanya merupakan sumber energi dan program makan sehari-hari harus disiapkan dengan kesadaran ini.

Berlawanan dengan kepercayaan populer, memiliki bayi di payudara sepanjang waktu tidak berarti ASI tidak cukup atau tidak memuaskan. Tidak boleh dilupakan bahwa semakin banyak bayi menyusu maka produksi ASI akan semakin meningkat.

Apa yang Harus Dimakan oleh Ibu Menyusui? Apa yang tidak boleh dimakan

• Agar kualitas ASI dan kesehatannya terjaga, ibu harus menjalani pola makan yang teratur dan seimbang. Berikut beberapa tip diet seimbang untuk ibu menyusui:

• Untuk asupan asam folat dan Omega ibu serta perkembangan bayi yang sehat, disarankan agar ibu menyusui mengkonsumsi ikan minimal dua kali seminggu. Selain itu, ikan dan kerang yang mengandung logam berat atau merkuri seperti tuna sebaiknya tidak dikonsumsi karena kemungkinan masuk ke dalam susu.

• Mengkonsumsi setidaknya satu telur setiap hari menyediakan jumlah protein yang dibutuhkan secara substansial. Daging yang tidak diolah harus lebih disukai daripada produk daging olahan seperti salami dan sosis, dan produk daging yang kaya protein harus lebih disukai daripada lemak hewani.

• Kebutuhan zat besi tubuh ibu meningkat selama masa kehamilan dan saat menyusui. Untuk memenuhi kebutuhan ini; daging merah, telur, kacang-kacangan dan buah-buahan kering harus lebih sering dipilih.

• Meskipun teh herbal seperti linden, kamomil dan adas sering kali disukai oleh para ibu, ada baiknya berkonsultasi dengan ahli gizi tentang teh herbal lain yang efek sampingnya tidak pasti.

• Agar ibu dengan kolik mengurangi nyeri gas, makanan seperti kacang-kacangan kering, kubis, lobak, kembang kol, brokoli, susu bebas gula dingin dan yogurt harus dikonsumsi secara terkontrol. Menggunakan jintan pada makanan ibu dapat mengurangi masalah gas pada bayi.

• Yodium tidak selalu dapat diambil untuk memenuhi kebutuhan tubuh melalui nutrisi alami. Untuk alasan ini, ibu menyusui dianjurkan lebih memilih garam beryodium dalam makanannya.

• Ibu yang sangat membutuhkan makanan manis mungkin lebih menyukai buah yang dibumbui dengan molase atau tetes tebu daripada gula atau makanan olahan.

• Kondisi terpenting untuk tingkat produksi susu yang memadai adalah dengan mengambil cairan dalam jumlah yang cukup. Ibu harus minum setidaknya 8 hingga 12 gelas air sehari. Selain air, jus buah yang baru diperas atau susu dengan suplemen kalsium dapat lebih disukai karena kandungan vitamin C yang dikandungnya.

• Telah diamati bahwa penggunaan bawang putih, bawang merah, dan rempah-rempah yang berlebihan dapat mengubah rasa ASI. Beberapa bayi mungkin menolak untuk menghisap atau mengalami masalah gas setelah mengonsumsi makanan tersebut, tetapi beberapa mungkin tidak memiliki efek negatif.

Tulisan Terbaru